Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/siteniagawebco/public_html/PUSAD_Paramadina/wp-includes/theme.php on line 2241

Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/siteniagawebco/public_html/PUSAD_Paramadina/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2758

Deprecated: Methods with the same name as their class will not be constructors in a future version of PHP; WP_Categories_to_Tags has a deprecated constructor in /home/siteniagawebco/public_html/PUSAD_Paramadina/wp-content/plugins/wpcat2tag-importer/wpcat2tag-importer.php on line 31

Deprecated: Function get_magic_quotes_gpc() is deprecated in /home/siteniagawebco/public_html/PUSAD_Paramadina/wp-includes/load.php on line 651

Deprecated: Array and string offset access syntax with curly braces is deprecated in /home/siteniagawebco/public_html/PUSAD_Paramadina/wp-admin/includes/class-wp-importer.php on line 299

Deprecated: Unparenthesized `a ? b : c ? d : e` is deprecated. Use either `(a ? b : c) ? d : e` or `a ? b : (c ? d : e)` in /home/siteniagawebco/public_html/PUSAD_Paramadina/wp-content/plugins/js_composer/include/classes/editors/class-vc-frontend-editor.php on line 644

Deprecated: Function get_magic_quotes_gpc() is deprecated in /home/siteniagawebco/public_html/PUSAD_Paramadina/wp-includes/formatting.php on line 4382
PUSAD Paramadina | Mengenal Alzheimer: Menyadarkan Pentingnya Mengingat Diri
 

Mengenal Alzheimer: Menyadarkan Pentingnya Mengingat Diri

Mengenal Alzheimer: Menyadarkan Pentingnya Mengingat Diri

Berbagi Artikel

Without memory, there is no culture. Without memory, there would be no civilization, no society, no future.Elie Wiesel

Mengingat dan ingatan menjadi hal yang berharga bagi manusia, bagi eksistensinya. Namun bagi sebagian orang, mereka harus belajar untuk menguasai “seni kehilangan” ingatan dari hari ke hari. Bukan karena mereka ingin melupakan hal-hal dalam hidup mereka namun karena mereka harus rela untuk perlahan-lahan kehilangan ingatannya akibat penyakit Alzheimer.

Alzheimer disease atau Alzheimer’s ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer, dokter dan ahli saraf asal Jerman, pada tahun 1906. Ia menemukan kejanggalan yang tidak pernah ia temui pada jaringan otak pada seorang perempuan yang meninggal dan ditemukan bahwa saraf otaknya mengerut serta dibelit oleh serat dan sedimen protein.

Penyakit ini merupakan perubahan struktur otak dan zat kimia secara progresif dan tidak bisa dihindari yang menyebabkan kematian sel-sel otak. Hal ini secara perlahan menghancurkan kemampuan mengingat dan berpikir hingga kemampuan untuk mengerjakan hal-hal sederhana. Gejala penyakit Alzheimer biasanya terlihat di usia 65 tahun.

Meskipun demikian ada beberapa kasus dimana Alzheimer dini (early onset Alzheimer) yang menjangkit seseorang dibawah 65 tahun. Kasus Alzheimer dini ini sangat langka, hanya 5-10% dari keseluruhan pengidap Alzheimer dan biasanya merupakan warisan genetik dimana penderita penyakit ini berkemungkinan besar menurunkan penyakitnya ke keturunannya.

Kehidupan pengidap Alzheimer dini ini digambarkan dalam film Still Alice (2014). Film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Lisa Genova ini menampilkan sosok Alice Howland yang diperankan oleh Julianne Moore. Alice, berusia 50 tahun, merupakan seorang profesor linguistik di Kolombia, yang didiagnosa menderita Alzheimer dini. Bersama suami dan tiga anaknya, Alice tidak hanya berjuang melawan penyakit yang dikenal sebagai penyakit turunan. Di tengah-tengah perjuangannya itu, ia menemukan cinta dan perdamaian yang membuat hidupnya lebih berharga.

Dalam film tersebut kita bisa melihat perubahan hidup terjadi dalam hidup Alice. Ia seolah berubah menjadi Alice yang lain dalam beberapa tahapan. Dalam buku Voices from the Heart-Living with Dementia disebutkan bahwa terdapat beberapa tahap dari Alzheimer yaitu tahap ringan, tahap menengah, dan tahap berat. Pada tahap ringan, pengidap Alzheimer mulai mudah lupa meletakan barang, peristiwa, dan percakapan yang baru terjadi. Selain itu mereka kesulitan menggunakan peralatan rumah tangga yang kompleks, kehilangan minat pada hobi. Pada tahap menengah, penderita Alzheimer mengalami penurunan kemampuan berbicara dan berpikir serta mengalami delusi, melamun, dan tidak bisa tidur. Pada tahap akut, mereka kehilangan kemampuan untuk mengurus diri sendiri, sangat bergantung pada perawat untuk melakukan hal-hal dasar seperti makan, berpakaian, pergi ke toilet, dan mandi. Mereka juga mengalami gangguan perilaku dengan menunjukkan sikap gelisah, menolak dan menyerang orang lain.

Alzheimer’s Disease International memperkirakan hingga 2015 sebanyak 5 juta warga Amerika Serikat mengidap Alzheimer dan di negara ini Alzheimer menjadi penyebab kematian terbanyak ke-6 untuk orang lanjut usia. Sementara itu, diperkirakan terdapat 35 juta pengidap Alzheimer di seluruh dunia dimana hingga 2013 diperkirakan terdapat 1 juta penderita Alzheimer di Indonesia. Sementara itu, hasil konferensi internasional para dokter ahli dan peneliti penyakit Alzheimer di Kopenhagen, Denmark pada 2014 menyatakan bahwa penderita Alzheimer akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050 menjadi 115 jiwa.

Meskipun jumlah pengidap Alzheimer tidak sedikit, masyarakat masih sangat awam dengan penyakit ini. Masyarakat mulai mengenal Alzheimer paska mantan Preseiden Amerika Serikat ke-40, Ronald Reagan menuliskan surat publik pada 5 November 1994 mengenai penyakit Alzheimer yang dideritanya Kepedulian internasional sebenarnya telah ditunjukkan di tahun yang sama melalui Konferensi Alzheimer’s Disesase International (ADI) di Edinburg, Inggris. Konferensi ini mencanangkan tanggal 21 September sebagai hari Alzheimer sedunia.

Hari Alzherimer sedunia diperingati dengan di berbagai belahan dunia dan berupaya memberikan pengetahuan dan bantuan mengenai Alzheimer. Dalam film Still Alice kita bisa melihat Alice memberikan ceramah dalam kelompok dukungan untuk penderita Alzheimer dan hal ini yang makin sering dilakukan selama bulan September. Gerakan peduli Alzheimer menggunakan warna ungu sebagai simbol identitas. Warna ungu dipilih karena merepresentasikan kemisteriusan Alzheimer yang belum diketahui pencegahan atau pengobatannya. Warna ungu merupakan kombinasi merah yang merupakan warna terhangat dan biru yang merupakan warna terdingin. Spektrum warna yang sangat ekstrim dapat menunjukkan perubahan emosional keluarga dengan penderita Alzheimer.

Tema hari Alzheimer dunia tahun ini adalah Remember Me, ingatlah aku. Indonesia, khususnya Jakarta, memberikan perhatian besar pada peringatan hari Alzheimer dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit ini. Salah satu dukungan pemerintah adalah dengan menyinari Tugu Monas dengan cahaya ungu di malam hari sebagai penanda dimulainya peringatan bulan Azheimer dunia.

Berdasarkan keterangan komunitas Alzheimer Indonesia (ALZI) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan memasang informasi video 10 Gejala Alzheimer yang diputar lebih dari 30 titik LED/Videotron di DKI Jakarta sepanjang September ini. Sosialisasi mengenai Alzheimer juga dilakukan dalam Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) di lima wilayah DKI Jakarta. Melalui MOPDB di mana sekitar 10.000 siswa SMP, SMA, SMK sejak akhir Juli lalu dibekali pemahaman mengenai 10 gejala Alzheimer dan tindakan dini untuk mengurangi resiko Alzheimer.

Kegiatan lain adalah kampanye #MelawanPikun yang akan diadakan di beberapa titik car free day di Jakarta. Melalui kampanye ini akan dilakukan kegiatan jalan sehat, deteksi dini penyakit Alzheimer, poco-poco, senam kesegaran jasmani dan gerak latih otak bersama. Menariknya, temuan terbaru oleh Ria Maria Theresa, kandidat doktor Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menunjukkan bahwa poco-poco juga dapat mengurangi potensi Alzheimer. Menurut Ria, fungsi kognitif otak terlatih untuk terus merasakan emosi karena gerakan tari poco-poco dapat merangsang fungsi-fungsi eksekutif otak.

Selain melalui poco-poco, menurut ALZI resiko Alzheimer dapat dikurangi dengan menjga kesehatan jantung; terus bergerak dan berolahraga secara produktif; mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang; menstimulasi otak secara fisik, mental, dan spiritual; serta bersosialisasi dan beraktivitas positif.

Post a Comment