Warning: "continue" targeting switch is equivalent to "break". Did you mean to use "continue 2"? in /home/siteniagawebco/public_html/PUSAD_Paramadina/wp-content/plugins/revslider/includes/operations.class.php on line 2758

Deprecated: Methods with the same name as their class will not be constructors in a future version of PHP; WP_Categories_to_Tags has a deprecated constructor in /home/siteniagawebco/public_html/PUSAD_Paramadina/wp-content/plugins/wpcat2tag-importer/wpcat2tag-importer.php on line 31
PUSAD Paramadina | DISKUSI “Hate Spin”: Kebencian Berbasis Agama dan Tantangannya bagi Demokrasi
 

DISKUSI “Hate Spin”: Kebencian Berbasis Agama dan Tantangannya bagi Demokrasi 🗓 🗺

DISKUSI “Hate Spin”: Kebencian Berbasis Agama dan Tantangannya bagi Demokrasi 🗓 🗺

Berbagi Artikel

Maraknya ujaran kebencian dan persekusi agama masih merupakan persoalan pelik di banyak negara demokrasi. Orang bisa tergerak melakukan kekerasan karena terhasut ujaran kebencian tapi juga sebaliknya, karena tersinggung oleh suatu ujaran. Untuk menjelaskan dan mengurai persoalan tersebut, Cherian George, pengajar di Hong Kong Baptist University, mengajukan konsep baru yang dia sebut hate spin, dalam bukunya Hate Spin: The Manufacture of Religious Offense and Its Threat to Democracy (2016).

Hate spin menggabungkan konsep hate speech atau hasutan kebencian (vilification/offence-giving) yang sudah lebih dikenal dengan kemarahan karena ketersinggungan (indignation atau offence-taking) yang belum terlalu dikenal. George menunjukkan bagaimana dua-sisi hate spin ini — hasutan dan keterhasutan — digunakan oleh para “entrepreneur” politik untuk memobilisasi pendukung dan menyerang kelompok sasaran, dengan membandingkan kasus Amerika Serikat, Indonesia, dan India.

Persoalannya, di banyak negara, termasuk Indonesia, hasutan kebencian yang terang-terangan menyerukan kekerasan kerap dibiarkan, tapi orang yang dianggap menghina atau menista makin banyak yang dipidanakan. Sudah menjadi korban sasaran ujaran kebencian, suara mereka dibungkam karena dianggap melukai perasaan kelompok dominan. Karena itu George menekankan perlunya mencari alternatif lain dalam melawan hate spin. Dia mendorong politisi, masyarakat sipil dan media untuk berperan lebih banyak dengan cara-cara yang lebih kreatif.

Untuk itu, diskusi publik akan diselenggarakan pada Selasa, 2 Mei 2017, pukul 10:00-12:00 bertempat di Gedung TEMPO, Lantai 3, Jl. Palmerah Barat Nomor 8 Jakarta Barat. Pembicara yang akan mengulas: Cherian George (penulis buku “Hate Spin”), Ihsan Ali-Fauzi (PUSAD Paramadina), Arif Zulkifli (Majalah Tempo), Stanley Adi Prasetyo (Dewan Pers Indonesia) dan Asfinawati (YLBHI).

Kegiatan ini dikelola oleh Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina, bekerjasama dengan TEMPO Institute dan Knowledge Sector Initiatives (KSI).

Acara terbuka untuk umum. Tempat terbatas. Daftar lewat surel ke info@paramadina-pusad.or.id WA 081511666075

ical Google outlook
Gedung Tempo, Lantai 5 Map
No Comments

Post A Comment